Birra goes to tidung..

Wuahhhh… akhirnya kesampaian juga ke Pulau Tidung. Setelah sebelumnya mengunjungi pulau-pulau lain di kepulauan seribu. Tidung merupakan destinasi yang bikin saya penasaran untuk berkunjung. Namun, baru bisa di realisasikan akhir pekan lalu dan tidak seperti sebelumnya saya bertualang dengan teman-teman baru, kali ini saya pergi bersama teman-teman nongkrong bareng. Kami berangkat dari pasar nelayan Muara Angke dengan kapal nelayan yang memang terjadwal berangkat jam 7 pagi. Sebenarnya ada juga kapal kerapu dan lumba-lumba dari marina ancol, mungkin lain kali saya ke pulau seribu akan saya coba. hehe

We called ourself  “Birra Team’. hehe (birra means bir in italiano)’. Kami bertujuh (Ivana (myself),Tobey, Wina, Anggi,Dimas, Picci dan Andy) menghabiskan akhir pekan bersama dengan snorkling dan bersepeda. Menikmati setiap detik dengan cara kami masing-masing.

Pesona tidung memang cukup menawan hati saya pribadi. Gradasi warna air yang cantik, ketenangan yang terasa ditambah dengan bertepatan bulan puasa jadi lebih sepi dan tenang, teman-teman dekat menambah lengkap suasana hati dengan senda gurau dan canda tawa yang terurai. Kami sempat snorkling ke karang beras dan Pulau air, teman-teman saya terpesona oleh bening dan asrinya pulau air, saya sendiri kagum ketika pertama kali saya berkunjung ke pulau air desember lalu. Setelah cape bersnorkling dan cukup mengabadikan keindahan, kami bertolak kembali ke pulau, sepulangnya kami bersih-bersih dan bermain sepeda ke ‘jembatan cinta’. Kualitas sepeda seadanya, jok sepeda yang kurang baik lumayan menyakitkan. hehe Kami menikmati sunset sambil berjalan santai di jembatan, beberapa rombongan lainnya menikmati snorkling dan bermain air di dekat jembatan. Sore yang tenang. Huff..

Sekembalinya ke homestay, sambil antri giliran mandi lagi, kami mengobrol dan bersenda gurau menunggu makan malam yang diantar dengan becak oleh penduduk lokal yang mengurusi keperluan kami selama di pulau. Malamnya kami menonton IMB bersama. (huaaa… my brandon little hero) sampai kami ketiduran. Cuaca kurang bersahabat kala subuh, hujan deras ditambah kilatan petir dan suara geledek menambah kesenduan minggu pagi kami. Pupuslah rencana melihat sunrise. Setelah bersih-bersih sekenanya, kami bersepeda ke jembatan dan beberapa teman kami memacu adrenalin dengan lompat dari jembatan tidung dengan ketinggian kurang lebih 8 meter. Lumayan Free Fall.. sayangnya,  karena satu dan lain hal saya ga bisa ikutan lompat, tapi lain kali ke tidung, Free jump masuk Toplist saya. haha

Siangnya kami kembali ke Jakarta dengan kapal nelayan jam 12.15 siang. Cukup beruntung mendapat tempat yang teduh mengingat matahari tengah hari yang panas menyengat.

Terima kasih Tidung untuk pesona dan nuansa bening mu..

Aku pasti kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: