>Getaway to Tidung island… (14-15 Agustus ’10)

>

Pulau Tidung merupakan salah satu destinasi favorite yang berada di perairan Kepulauan Seribu yang akhir-akhir ini sedang di gemari oleh para turis domestik dan banyak di kunjungi di akhir pekan. Seperti halnya ke Pulau Pramuka dan kepulauan lainnya, Pulau Tidung bisa dicapai menggunakan kapal nelayan di pasar Muara Angke atau dari Marina Ancol dengan menggunakan kapal Lumba-lumba dan Kerapu (namun saya belum pernah mencobanya). Tarif kapal Angke-Tidung sangat terjangkau, hanya perlu merogoh kocek Rp. 33.000,-/way. Perjalanan laut sekitar 2 1/2 – 3 jam saja, kita sudah bisa menikmati suasana berbeda dari kota Jakarta. ( Kepulauan seribu termasuk wilayah Jakarta Utara loh). Walaupun kondisi perjalanan dengan kapal nelayan tidak bisa dibilang nyaman, namun membuktikan pepatah yang mengatakan ” bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian”. hehe

Saya dan teman-teman baik saya berkesempatan mengunjungi Tidung disuatu pekan. Kebetulan bertepatan dengan bulan puasa, jadi pulau jauh lebih sepi dari biasanya. Soalnya kalo keramean juga kurang asik. hehe
Kami menginap di homestay (rumah penduduk yang disewakan), maklum Tidung bukan pulau wisata jadi ga ada resort mewah disini. Homestay merupakan satu rumah yang terdiri dari 2 kamar, 1 kamar mandi, AC dan TV. Biayanya berkisar Rp. 350rb/nite, kapasitas bisa 15-20org loh. Makin rame makin murah sharing costnya. Bisa ngapain aja sih di tidung??
Pulau Tidung terkenal dengan jembatan panjang yang menghubungkan Tidung Besar dan Tidung Kecil. Ada tempat penyewaan sepeda dekat dermaga, Rental fee-nya hanya Rp 15rb/day (harus pilih-pilih kondisi sepeda, karena ga semua sepeda dalam kondisi ok).

Goes-goes sepeda sore-sore ke Tidung kecil mayan asik loh, cuma sepeda harus di parkir, dan kita bisa jalan kaki ke jembatan cinta (siapa yang punya ide kasih julukan itu yah? aya-aya wae.. hehe). Buat yang hobby memacu adrenalin, bisa coba lompat ‘indah’ dari jembatan setinggi kurang lebih 8 meter. Byurrr.

Seribu sayang, kondisi jembatan yang masih terbilang baru di perbaharui tersebut sangat memprihatinkan { banyak kayu yang lapuk bahkan copot (ati-ati kejeblos), gazebo yang runtuh dan terbengkalai, banyaknya sampah ( setiap pulau pasti banyak deh)}menjadi nilai minus tidung, namun gradasi air biru kehijauan mampu menghibur orang-orang kota seperti kami yang kebanyakan liat gedung tinggi dan polusi dimana-mana. hehe

Kalo bertandang ke pulau tapi ga snorkling till keling rasanya ga afdol. Kita bisa sewa perahu untuk snorkling ke sekitar pulau tetangga ( Karang Beras, Pulau Air (nice view), Pulau Payung, dll). Harga sewa kapal biasanya berkisar Rp. 400rb/ kapal dengan kapasitas max. 15 org.

 Setiap orang pasti punya cara masing-masing menikmati waktu dan liburan. Well, demikian sharing dari saya.
Now, balik lagi ke rutinitas harian deh. See ya next trip.
Semangat!!!

2 Comments (+add yours?)

  1. r10
    Sep 29, 2010 @ 16:35:18

    >benar tuh sampahnya… ampun…. turis bisanya hanya bersenang-senang, padahal di tidung ga ada TPA😦

    Reply

  2. - V -
    Sep 29, 2010 @ 16:45:12

    >yup betul. sayang yah kalo cuma mementingkan nilai komersil tanpa diimbangi pelestarian lingkungan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: