QLUE : The Whole Neighborhood, in your hands

Yang pernah atau lagi menghadapi dilema susahnya bikin E-KTP Jakarta mana tangannyaaaa???
*ngacungsendiri

Jadi gini, sebenarnya sekitar 5 tahun lalu setelah masa berlaku KTP saya habis kan udah mulai diberlakukan pembuatan E-KTP tuh (kesannya canggih dah kalo udah punya nih kartu) dan saya sudah pernah proses untuk buat E-KTP sampai ke kelurahan saat itu (foto, scan retina mata dan finger print) jadi data saya sudah terekam dalam sistem.
Namun sungguh kecewa ketika 1 bulan setelahnya, saya menerima fisik KTP model bukan E-KTP (meskipun NIK yang tertera dalam KTP saya sudah merupakan NIK E-KTP, namun tetap saja KTP saya tidak dianggap sebagai E-KTP karena bentuk fisiknya yang masih soft paper.

Singkat cerita, setelah ulang tahun April lalu kan masa berlaku KTP saya habis (tidak seperti E-KTP yang berlaku seumur hidup), jadi saya proses buat E-KTP lagi ke kelurahan Kramat.

Jumat, 1 Juli 2016
Jam 09.00 AM saya tiba di kelurahan, menulis nama saya dalam map daftar tunggu yang terdapat dimeja staff kelurahan (mesin nomor urutnya lagi rusak). Setelah sempat diselak oleh orang yang tidak mau antri, akhirnya nama saya dipanggil dan saya serahkan surat pengantar RT/RW beserta fotocopy persyaratan lainnya dan info ke petugas bahwa sebelumnya data saya sudah direkam. Setelah petugasnya cek di sistem ternyata benar data saya sudah terekam (namun ketika saya crosscheck data, agama yang tertera dalam data masih salah). Saya berinisiatif untuk memberikan ‘catatan kecil’ perihal data yang hendak saya perbarui (agama dan status) supaya saya ga perlu bolak – balik untuk revisi nantinya. Setelah urusan selesai, petugas memberikan tanda bukti untuk saya bawa saat pengambilan E-KTP pada tanggal 18 Juli 2016 (karena libur lebaran). Saya pun pulang dan merasa cukup senang tidak perlu rekam data ulang.Yeay!

……

Senin, 18 Juli 2016
Sama seperti sebelumnya, Jam 09.00 AM saya sudah absen dan duduk manis menunggu giliran dilayani oleh petugas kelurahan. Tujuan saya singkat, hanya mengambil E-KTP.
Karena masih pagi jadi belum banyak antriannya. Namun sayang sekali, masih ada saja orang yang tidak mau antri yang ‘pura-pura bodoh’ menyelak antrian dengan cara langsung menghampiri meja petugas dan menyerahkan berkas. Ditambah lagi, sikap petugas yang belum cukup tegas menghadapi masyarakat yang ‘pandai bersilat lidah’ bikin urusan yang pendek jadi panjang. Ditambah lagi jika ada ibu-ibu yang ‘drama’ pake ‘curhat colongan’ segala supaya petugasnya melunak dan mau bantu proses kepentingannya, walaupun yang saya amati bukan petugasnya mempersulit namun ketidaklengkapan persyaratan yang diserahkan dan negosiasi yang alot dari masyarakat ‘kurang peka’ yang banyak membuang waktu orang lain yang sudah tertib dan mengikuti prosedur.
Kekecewaan saya memuncak, ketika nama saya dipanggil dan setelah dilayani saya hanya mendapat jawaban petugas: “Maaf, menurut surat KEMENDAG tgl 14 Juli 2016, Blank E-KTP sedang kosong sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Untuk sementara waktu dapat menggunakan surat pengganti E-KTP (yang seukuran kertas A4 dan belum ditandatangani dan di cap oleh Lurah setempat, dimana lurah tersebut sedang APEL ditempat lain dan belum jelas tiba ke kantor jam berapa).” 
Kekesalan saya memuncak, dan akhirnya saya buka suara perihal antrian saya yang diselak oleh 2 orang ibu-ibu dan saya langsung menyampaikan keberatan saya kepada 2 staff kelurahan yang bertugas saat itu. Bagi saya, tidak ada solusi yang baik dari petugas saat itu dan akhirnya saya pun pulang.

Sesampainya dirumah, saya langsung merangkai kata dan kirim keluhan ke Pak Ahok via SMS, saya juga posting di FB dan tag Pak Ahok, dan beberapa teman saya berkomentar perihal mengajukan keluhan di aplikasi QLUE.

Saya tau tentang aplikasi tersebut, dan akhirnya saya install dan pelajari bagaimana menyampaikan keluhan yang tepat sasaran.
Ga disangka, case saya mendapat support / dukungan dari beberapa teman QLUE lainnya dan akhirnya dalam waktu 24 Jam (sore tadi), case saya dinyatakan selesai di proses dan Pak Suparjo (Lurah Kramat) sendiri yang menyelesaikan case tersebut, beliau menginformasikan bahwa E-KTP saya sudah selesai di cetak.

WOW… cuma itu yang bisa saya katakan.
Bagaimana mungkin E-KTP saya yang kemarin dibilang Blankonya kosong se-Indonesia sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan itu bisa selesai cetak dalam waktu 24 jam setelah posting di QLUE???
Saya berterima kasih sekaligus bertanya-tanya, apa saya harus complain dulu baru dikerjain dengan cepat dan tepat?

Well, bagaimanapun saya bersyukur QLUE bisa menjadi wadah berkeluh kesah yang tepat sasaran dan sekaligus memberikan solusi yang cepat dan tepat.

QLUE – Jakarta Smart City.
Stay Smart People!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: